HKQK ke-18 Assahil Wisuda 211 Santri, Resmikan Kampus Baru dan Masjid

banner 120x600

LAMPUNG TIMUR – Pondok Pesantren Tahfizul Quran (PPTQ) Assahil, Tanjung Wangi, Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur, mewisuda 211 khotimin dalam rangkaian Haflatu Khotmi Al-Qur’an wa Al-Kutub (HKQK) ke-18, Sabtu, 20 Juni 2026.
Kegiatan tahunan yang dihadiri ribuan tamu tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian Kampus 3 Assahil. Selain itu, ada peresmian Masjid Kampus 2 serta peletakan batu pertama pembangunan fasilitas olahraga Zaky Mini Soccer.

Sebanyak 211 santri yang diwisuda terdiri atas 108 santri putra dan 103 santri putri. Rinciannya, 57 santri khatam binnazhor, 75 santri khatam kutub, 68 santri khatam binnazhor dan kutub, serta 11 santri bilhifzhi.
Pimpinan PPTQ Assahil, Muhammad Latif Mukti, mengatakan wisuda tersebut menjadi momentum syukur atas capaian para santri. Selain itu, ini sekaligus penguatan komitmen dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul dalam majelis yang penuh keberkahan. Semoga para santri yang diwisuda menjadi generasi Qurani yang mampu membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan agama,” ujarnya.

Kembangkan Pendidikan Keagamaan

Acara turut dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, H. Indra Jaya, yang mengapresiasi kontribusi PPTQ Assahil dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Lampung. Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang memahami nilai-nilai keislaman sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.

Selain prosesi wisuda, sejumlah agenda strategis mewarnai HKQK ke-18. Peresmian Kampus 3 Assahil dilakukan oleh mantan Menteri Agama RI Prof. Dr. Said Agil Husin Al Munawar bersama pimpinan pesantren. Hal ini menjadi penanda dimulainya operasional kampus baru.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula simbolis pembangunan Zaky Mini Soccer yang diharapkan menjadi sarana pembinaan olahraga bagi para santri. Sementara itu, Masjid Kampus 2 Assahil diresmikan sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan penguatan syiar Islam di lingkungan pesantren.

Jaga Kedekatan AlQuran

Prof. Said Agil Husin Al Munawar yang juga menjadi penceramah utama dalam acara tersebut mengajak para santri untuk terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama. Namun, mereka juga mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Suasana semakin semarak dengan penampilan munsyid asal Surabaya, Cak Rozi, yang membawakan lantunan selawat di hadapan para santri dan tamu undangan.

Khotimin Terbaik

Momen istimewa lainnya adalah pengumuman Khotimin Terbaik HKQK ke-18 yang diraih Naufal Khalish Sofian. Atas prestasinya, santri tersebut mendapatkan hadiah umrah dari Yayasan PPTQ Assahil.
Ribuan peserta yang terdiri atas pejabat pemerintah, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, akademisi, orang tua santri, serta masyarakat umum memadati kompleks PPTQ Assahil. Mereka hadir untuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Melalui HKQK ke-18, PPTQ Assahil kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan Islam. Lembaga ini tidak hanya fokus pada pengajaran Al-Qur’an dan kitab kuning, tetapi juga terus mengembangkan sarana pendidikan. Tujuannya adalah mencetak generasi Qurani yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *